

Kecak Api & Tari Trans Banjar Adat Kutuh Kaja
By Banjar Adat Kutuh Kaja
Seorang pemangku memercikkan air suci kepada para penari kecak setelah mereka berdoa demi keberhasilan dan keselamatan pertunjukan. Segera setelah itu adalah narasi raja Ayodhya dalam tipuan yang dirancang oleh Rahwana yang jahat melalui kijang emas yang sebenarnya adalah pelayan Rahwana yang menyamar untuk menjauhkan Rama dari Sita.
Narasi Pertunjukan
Rama menanggapi dengan memanah kijang itu. Saat sekarat, kijang itu berteriak meniru suara Rama dan meminta tolong. Laksmana, adik Rama, mendengar permohonan itu dan berlari memberikan bantuan. Sita ditinggalkan sendirian sesaat di hutan di mana Rahwana berhasil menculiknya dan membawanya ke kerajaannya di Alengka.
Sita, didampingi oleh Trijata, keponakan Rahwana, ditawan di Taman Argasoka. Hanoman, jenderal kera putih yang diutus oleh Rama muncul dari pepohonan untuk menemui dan menyerahkan cincin Rama kepada Sita. Sita dengan senang hati memberikan brosnya kepada Hanoman untuk diteruskan kepada Rama sebagai tanda cintanya. Hanoman kembali ke markasnya setelah menghancurkan Taman Argasoka.
Di medan perang, Rama dan tentara keranya terjebak oleh panah rantai Meganada, putra Rahwana, dan tidak mampu melawan. Jika burung mitos agung Jatayu yang diperintahkan oleh Dewa Wisnu tidak datang tepat waktu untuk menyelamatkan mereka, mereka akan kalah dalam pertempuran. Pertarungan sengit antara Hanoman dan Rahwana mewakili pertempuran hebat antara pasukan Rama dan iblis Rahwana, korban jatuh di kedua belah pihak. Pada akhirnya Rama memenangkan pertarungan dan berhasil membunuh Rahwana. Seluruh cerita membuktikan bahwa kebaikan (Dharma) menang atas kejahatan (Adharma).